Negara
Perancis
1.
Asal dan
sejarah nama
Nama "France" berasal dari
Francia Latin,
yang berarti "tanah bangsa Frank" atau "Frankland". Terdapat berbagai
teori asal nama Frank. Salah satunya berasal dari kata Proto Jermanik frankon yang diartikan sebagai javelin atau lance
karena kapak lempar Frank yang dikenal sebagai francisca. Etimologi lainnya adalah bahwa dalam sebuah bahasa
Jermanik kuno, Frank berarti "bebas" yang merujuk pada budak. Kata ini masih
digunakan dalam bahasa Perancis sebagai franc,
juga digunakan sebagai penerjemahan "Frank" dan nama mata uang lokal,
hingga penggunaan euro
pada tahun 2000-an.
Dalam bahasa Jerman,
Perancis masih disebut Frankreich,
yang berarti "Kerajaan Bangsa Frank". Untuk membedakannya dari
Kekaisaran Frank Charlemagne, Perancis Modern disebut Frankreich, sementara Kerajaan Frank
disebut Frankenreich.
Kata "Frank" telah
digunakan sejak kejatuhan Roma hingga Abad Pertengahan, dari pengangkatan Hugh Capet
sebagai "Raja Frank" ("Rex Francorium") menjadi biasa
merujuk pada Kerajaan Francia, yang kemudian menjadi
Perancis. Raja Capetia menurun dari Robertine, yang memiliki dua raja Frank,
dan sebelumnya memegang gelar "Duke of the Franks" ("dux
Francorum"). Tanah Frank meliputi sebagian Perancis
Utara modern tapi karena kekuasaan raja dilemahkan oleh pangeran regional
sebutan ini kemudian ditetapkan pada demesne kerajaan sebagai tangan pendek.
Hingga akhirnya nama ini diambil untuk seluruh Kerajaan sebagai kekuasaan
sentral ditetapkan untuk seluruh kerajaan.
2.
Geografi
Zona Ekonomi Eksklusif Perancis
memanjang lebih dari 11 juta km² (4 juta mil persegi) lautan di seluruh dunia.
Sementara Perancis Metropolitan terletak di Eropa Barat,
Perancis juga memiliki sejumlah teritori di Amerika Utara,
Karibia,
Amerika
Selatan, selatan Samudera
Hindia, Samudera Pasifik, dan Antarktika.
Teritori ini memiliki berbagai bentuk pemerintahan mulai dari departemen seberang laut hingga jajahan seberang laut.
Perancis Metropolitan menempati
wilayah seluas 547.030 kilometer
persegi (211.209 sq mi),
wilayah negara terluas di antara semua anggota Uni Eropa
dan sedikit lebih besar dari Spanyol. Perancis memiliki berbagai macam lanskap, mulai
dataran pantai di utara dan barat hingga jejaring pegunungan Alpen di tenggara, Massif
Central di tengah-selatan dan Pyrenees
di baratdaya. Di ketinggian 4.807 meter (15.770 ft) di atas permukaan
laut, titik tertinggi di Eropa Barat, Mont Blanc,
terletak di Alpen
di perbatasan antara Perancis dan Italia. Perancis Metropolitan juga memiliki sistem sungai panjang
seperti Loire,
Garonne,
Seine
dan Rhône, yang membelah Massif Central dari Alpen
dan mengalir ke Laut Mediterania di Camargue,
titik terendah di Perancis(2 m / 6.5 ft di bawah permukaan
laut). Corsica terletak di lepas pantai Mediterania.
Total luas tanah Perancis, dengan
departemen dan teritori seberang lautnya (tak termasuk Daratan
Adélie), adalah 674.843 kilometer persegi
(260.558 sq mi), 0.45% dari luas Bumi. Tetapi, Perancis memiliki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) terbesar
kedua di dunia, dengan 11.035.000 kilometer persegi (4.260.000 sq mi),
sekitar 8% dari total permukaan semua ZEE dunia, setelah Amerika
Serikat (11.351.000 km² / 4.383.000 sq mi) dan
sebelum Australia
(8.232.000 km² / 3.178.000 sq mi).
Perancis Metropolitan terletak
antara 41° dan 51° Utara, di sisi barat Eropa, dan
terletak di zona beriklim utara. Wilayah utara dan baratlaut memiliki iklim
sedang, sementara gabungan pengaruh laut, garis lintang
dan ketinggian
menghasilkan berbagai iklim di seluruh Perancis Metropolitan. Di tenggara iklim
Mediterania terjadi. Di barat, iklim didominasi laut
dengan curah hujan tinggi, musim dingin sejuk hingga musim panas hangat. Di
darat iklimnya lebih kontinental dengan badai musim panas, musim
dingin yang lebih dingin dan kurang hujan. Iklim Alpen dan wilayah pegunungan
lainnya, dengan jumlah hari dengan temperatur di bawah nol hampir 150 per tahun
dan salju menutupi hingga enam bulan.
3.
Hukum
Perancis menggunakan sebuah sistem hukum sipil; yang berarti, hukum berasal
terutama dari peraturan tertulis; hakim tidak membuat hukum, tapi
mengartikannya (meskipun jumlah penerjemahan hakim dalam beberapa hal
menjadikannya sama dengan hukum kasus). Prinsip
dasar peraturan hukum tercantum
dalam Kode Napoleon.
Dalam perjanjian dengan prinsip Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga
Negara hukum seharusnya hanya mlarang aksi yang merugikan
masyarakat. Seperti Guy Canivet, presiden pertama Mahkamah
Kasasi, menulis mengenai pengelolaan penjara:
Kebebasan adalah peraturan, dan
larangannya adalan pengecualian; larangan kebebasan apapun harus dibuat oleh
Hukum dan harus mengikuti prinsip kewajiban dan perbandingan.
Berarti, Hukum harus mengeluarkan
larangan hanya apabila dibutuhkan, dan bila ketidaknyamanan disebabkan oleh
larangan ini tidak melebihi ketidaknyamanan yang diwajibkan larangan untuk
pemulihan. Dalam praktik, tentunya, ideologi ini sering gagal ketika hukum dibuat.
Hukum Perancis terbagi menjadi dua
bagian utama: hukum pribadi dan hukum umum.
Hukum pribadi meliputi, biasanya, hukum sipil dan hukum kriminal. Hukum umum
meliputi, hukum administratif dan hukum konstitusional. Tetapi, dalam
praktik, hukum Perancis terdiri dari tiga bagian utama: hukum sipil; hukum
kriminal dan hukum administratif.
Perancis tidak mengakui hukum agama, ataupun
pengakuan keyakinan religius atau moralitas sebagai motivasi untuk penetapan
larangan. Sebagai konsekuensi, Perancis tidak lagi memiliki hukum pengumpatan atau hukum sodomi (terakhir
dihapus tahun 1791). Tetapi "serangan terhadap kesusilaan umum" (contraires aux bonnes mœurs) atau perusak perdamaian (trouble à l'ordre public) telah
digunakan untuk menekan kembali ekspresi publik atas homoseksualitas
atau prostitusi
jalanan.
Hukum hanya dapat digunakan pada
masa depan dan bukan masa lalu (hukum ex post facto
dilarang); dan harus dilaksanakan, hukum harus secara resmi diterbitkan dalam Journal Officiel de la République
Française.
4.
Agama
Perancis adalah sebuah negara sekuler
karena kebebasan beragama adalah hak konstitusional, meskipun beberapa
organisasi religius seperti Scientology, Children of
God, Unification Church, dan Order of the
Solar Temple dianggap sebagai pemujaan. Menurut jajak
pendapat Januari 2007 oleh Catholic World News: 51% orang Perancis beragama Katolik, 31% agnostik
atau ateis.
(Jajak pendapat lainnya memberikan
ateis persentase 27%), 10% dari agama lain atau tanpa pendapat, 4% Muslim, 3% Protesan,
1% Yahudi.
Menurut Eurobarometer Poll terbaru
2005, 34% warga Perancis merespon bahwa "mereka mempercayai adanya
Tuhan", sementara 27% menjawab "mereka percaya terdapat suatu jenis
ruh atau kekuatan hidup" dan 33% menyatakan "mereka tidak percaya
adanya suatu jenis ruh, Tuhan, atau kekuatan hidup". Satu survei lain
menyatakan 32% penduduk di Perancis ateis, dan 32% lainnya "meragukan adanya Tuhan tapi bukan
ateis".
Jumlah komunitas Yahudi di Perancis
mencapai 600.000 menurut World Jewish Congress dan
merupakan yang terbesar di Eropa. Perkiraan jumlah Muslim di
Perancis selalu bermacam. Menurut sensus Perancis 1999, terdapat 3.7
juta orang dengan "kemungkinan kepercayaan Muslim" di Perancis (6.3%
dari total populasi). Tahun 2003, Kementerian Dalam Negeri Perancis
memperkirakan jumlah Muslim mencapai 5-6 juta.
Konsep laïcité
ada di Perancis dan karena ini, sejak 1905, pemerintah Perancis secara legal
menolak pengakuan agama apapun
(kecuali peraturan seperti ulama militer dan Alsace-Moselle). Sementara
itu, Perancis mengakui organisasi
religius, sesuai kriteria hukum formal yang tidak menggunakan doktrin
keagamaan. Sebaliknya, organisasi religius harus mengulang dari intervensi
dalam pembuatan kebijakan. Ketegangan sering terjadi mengenai diskriminasi
tuduhan terhadap kaum minoritas, khususnya terhadap Muslim (lihat Islam di
Perancis).
5. Sastra
Sastra Perancis dapat dilacak kembali hingga Abad Pertengahan. Perancis tidaklah memiliki bahasa yang seragam tapi terbagi menjadi beberapa dialek (terutama: dialek oïl utara, oc selatan). Setiap penulis menggunakan pengejaan dan kosakatanya sendiri. Beberapa teks pertengahan Perancis tidak ditandai seperti Tristan dan Iseult, atau Lancelot dan Cangkir Suci, di antara lainnya. Sebagian puisi dan literatur Perancis pertengahan terinspirasi oleh Permasalahan Perancis, seperti The Song of Roland dan berbagai Chansons de geste. "Roman de Renart" ditulis tahun 1175 oleh Perrout de Saint Cloude, dan menceritakan karakter pertengahan Reynard ('Serigala'); juga merupakan contoh populer cerita Perancis.
Karena karakter tak dikenal dalam banyak karya Perancis di Abad Pertengahan, beberapa penulis pertengahan menjadi terkenal: Chrétien de Troyes, contohnya. Budaya 'Oc' juga terkenal di Abad Pertengahan. Contoh awal karya puisi bahasa daerah dalam Occitan adalah Duke William IX of Aquitaine.
Mengenai sejarah bahasa Perancis, salah satu penulis terpenting adalah François Rabelais. Perancis Modern mendapat keuntungan dari gayanya. Karyanya yang paling terkenal adalah Gargantua dan Pantagruel. Kemudian, Jean de La Fontaine menulis "Fables", sebuah kumpulan cerita pendek, ditulis terbalik, dan selalu berakhiran dengan sebuah "pengajaran moral".
Selama abad ke-17 karya Pierre Corneille, Jean Racine dan Molière, buku moral dan filosofi Blaise Pascal dan René Descartes memengaruhi aristokrasi yang meninggalkan warisan penting bagi penulis pada masa yang akan datang.
Tapi pada abad ke-18 dan ke-19 literatur dan syair Perancis mencapai masa kejayaannya. Abad ke-18 adalah masa munculnya karya dari para penulis, pengesai dan pemoral terkenal seperti Voltaire, Denis Diderot dan Jean-Jacques Rousseau. Karena banyaknya literatur Perancis pada waktu itu, Charles Perrault adalah penulis yang paling kaya, dengan cerita seperti: "Puss in Boots", "Cinderella", "Sleeping Beauty" and "Bluebeard".
Abad ke-19 adalah masa kemunculan banyak novel Perancis terkenal: Victor Hugo, Alexandre Dumas dan Jules Verne adalah yang terkenal dari para penulis, keduanya berada di dalam dan luar Perancis, dengan novel terkenal seperti The Three Musketeers, The Count of Monte-Cristo, Twenty Thousand Leagues Under the Sea, atau The Hunchback of Notre-Dame. Penulis fiksi abad ke-19 lainnya meliputi Emile Zola, Guy de Maupassant, Théophile Gautier dan Stendhal.
Penyair simbolis pada abad ke-19 juga dibuktikan sebagai pergerakan kuat dalam dunia syair Perancis, dengan seniman seperti Charles Baudelaire, Paul Verlaine dan Stéphane Mallarmé.
Pada abad ke-20 penulis seperti Louis-Ferdinand Céline, Albert Camus, dan Jean-Paul Sartre menjadi terkenal di dalam dan luar Perancis. Contoh lainnya dalam dunia literatur anak adalah Antoine de Saint Exupéry, yang Little Prince-nya telah terkenal selama beberapa dekade bagi anak dan dewasa di seluruh dunia.
Prix Goncourt adalah penghargaan literatur terkenal Perancis. Pertama diberikan tahun 1903, diberi gelar "karya prosa terbaik dan paling imajinatif tahun ini".
6.
Kesenian
Perancis
Tari Quadrille
Quadrille adalah tarian populer yang
berasal dari Perancis
dan Inggris
pada abad ke-18 dan ke-19. Tarian ini menyoroti keanggunan dan perilaku kaum elite. Terdapat dua jenis
tarian Quadrille, yaitu Long Way Set
Formation (campstyle)
dan Square Quadrille (ballroom). Campstyle terutama dilakukan di daerah pedesaan. Dalam tarian
ini, empat pasangan berdiri dalam dua baris dan saling berhadapan, semuanya
bergerak pada waktu yang sama. Sementara itu, ballroom sebagian besar dilakukan di kota tempat para kaum elite
tinggal. Dalam tarian ini mereka mencoba untuk menciptakan suasana yang elegan.
Quadrille merupakan tarian yang
terkenal setelah terjadi emansipasi. Tarian ini biasanya dilakukan pada pesta teh,
perayaan keluarga, perayaan hari tinju, perayaan tahun baru dan acara pernikahan.
Tarian Quadrille akan diiringi oleh musik Mento yang dimainkan
dengan berbagai lagu tradisional Eropa. Alat musik yang digunakan adalah biola,
seruling, pikolo, trombon, klarinet,
terompet, banjo,
gitar, gendang, drum, garputala atau double
bass. Popularitas tarian ini menurun setelah muncul musik Amerika dan kalipso pada tahun 1950-an.
Saat ini, Quadrille terutama dilakukan pada perayaan festival tahunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar