Senin, 09 Mei 2016

APPLICATION SERVICE LIBRARY (ASL)



Application Service Library (ASL) adalah domain publik kerangka praktik terbaik yang digunakan intuk standarisasi proses dan aplikasi manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah perpustakaan digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktik terbaik dari IT industri. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel dan pada situs resmi dari ASL BiSL Foundtion.

Tujuan

ASL2 ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:
  • Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik
  • terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.

Struktur ASL2

ASL2 berisi 3 tingkat, 6 kelompok proses (3 pada tingkat operasional, 1 pada tingkat taktis, 2 pada tingkat strategis) dan totalitas 26 proses.

Tingkat operasional

Dukungan Aplikasi klaster
Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:
  • Gunakan Dukungan
  • Manajemen konfigurasi
  • Manajemen Operasi IT
  • Manajemen kontinuitas
Proses ini telah juga telah didefinisikan dalam kerangka ITIL. Proses serupa, tetapi dilihat dari sudut pandang yang lain, oleh karena itu kegiatan di masing-masing proses ini mungkin berbeda dari kegiatan dalam ITIL lingkungan.
 
Aplikasi Pemeliharaan dan Renewal klaster
Ada 5 proses dalam Pemeliharaan Aplikasi dan Renewal cluster. Dalam cluster ini mayoritas pekerjaan Pengembangan Aplikasi dilakukan. Sebagian besar karya Manajemen Aplikasi berkaitan dengan merancang, pemrograman dan pengujian aplikasi dan sistem informasi. Proses adalah:
  • Dampak analisis
  • Desain
  • Realisasi
  • pengujian
  • Pelaksanaan
Proses-proses ini tidak dijelaskan sama sekali dalam kerangka ITIL V1, tetapi memiliki rekan-rekan mereka di BiSL, model Informasi manajemen / Manajemen Fungsional.
Menghubungkan Proses Tingkat Operasional klaster
Ada 2 proses dalam Menghubungkan Proses Tingkat Operasional cluster. Proses menghubungkan bertujuan sinkronisasi kegiatan antara Layanan Organisasi / operasi (menggunakan aplikasi) dan pengembangan dan pemeliharaan (mengubah aplikasi). Kedua proses termasuk adalah:
  • Manajemen perubahan
  • Control Software dan Distribusi

Tingkat manajemen

Manajemen Proses klaster
Ada 5 proses dalam Manajemen Proses cluster. Proses dalam cluster ini digunakan dalam pengelolaan kegiatan dalam cluster pada tingkat operasional. Proses terletak di tingkat taktis, digunakan untuk mengarahkan proses operasional. Proses termasuk adalah:
  • Manajemen kontrak
  • Perencanaan dan Pengendalian
  • Manajemen mutu
  • Manajemen keuangan
  • Manajemen pemasok

Tingkat strategis

Aplikasi Strategi klaster
Ada 5 proses dalam cluster Strategi Aplikasi. Aplikasi hidup lebih lama dari yang diharapkan. Sistem, fungsi, konsep dan struktur sistem informasi tetap stabil selama bertahun-tahun. Pengetahuan ini jarang digunakan. Adalah penting bahwa, sambil mempertahankan dan meningkatkan sistem, ada pandangan yang jelas diperlukan apa tuntutan yang di masa depan, dan berdasarkan itu, apa dan bagaimana masa depan aplikasi ini akan terlihat seperti. Pandangan ini, strategi manajemen aplikasi, dibuat dalam cluster Strategi Aplikasi. Proses dalam cluster ini adalah:
  • IT Perkembangan Strategi
  • Organisasi Strategi pelanggan
  • Strategi Lingkungan pelanggan
  • Aplikasi Manajemen Siklus Hidup
  • Aplikasi Manajemen Portofolio
Aplikasi Manajemen Strategi Organisasi klaster
Ada 5 proses dalam cluster Manajemen Aplikasi Strategi Organisasi. Juga masa depan organisasi Manajemen Aplikasi, dengan aspek keterampilan dan kemampuan, pasar dan pelanggan, sangat penting. Membuat strategi manajemen organisasi ini adalah tujuan dari Manajemen Aplikasi Strategi Organisasi cluster. Proses dalam cluster ini meliputi:
  • Akun dan Definisi Pasar
  • kemampuan Definisi
  • teknologi Definisi
  • pemasok Definisi
  • Jasa Pengiriman Definition

CAPABILITY MATURITY MODEL



CMM merupakan mekanisme kualifikasi sebuah Software Development House yang dapat memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan tersebut dalam melakukan development software. Capability Maturity Model adalah sebuah model yang dikembangkan oleh Software Engineering Institute atas permintaan Departement of Defense(DOD) Amerika Serikat dengan tujuan membuat ujian saringan masuk bagi kontraktor yang mendaftarkan diri untuk menjadi konsultan
Pengertian secara harfiah:
  • Capability, diartikan menjadi kapabilitas yang berarti kemampuan yang bersifat laten. Capability lebih mengarah kepada integritas daripada kapabilitas yang berarti itu sendiri. 
  • Maturity,  berarti matang atau dewasa. Matang merupakan hasil proses. Dewasa merupakan hasil pertumbuhan
  • Model, didefinisikan sebagai suatu penyederhanaan yang representatif terhadap keadaan di dunia nyata
Secara keseluruhan pengertian CMM, yaitu:
CMM dapat didefinisikan sebagai  sebuah penyederhanaan yang representatif yang digunakan untuk mengukur tingkat kematangan sebuah software development house dalam menyajikan/membuat/mengembangkan perangkat lunak sebagaimana telah dijanjikan secara tertulis dalam perjanjian kerjasama. Sehingga bisa dikatakan bahwa CMM adalah mengukur.
Nilai-nilai yang dilihat dalam pengukuran tersebut:
  1. Apa yang diukur (Parameter)
  2. Bagaimana cara mengukurnya (Metode)
  3. Bagaimana standar penilaiannya (Skala Penilaian)
  4. Bagaimana Interpretasinya (Bagi Manusia)

Capability Maturity Model terdapat 5 level/skala kematangan yaitu :

  1. Initial
    Ciri-ciri dari fungsi initial adalah tidak ada manajemen proyek, tidak adanya quality assurance, tidak adanya mekanisme manajemen perubahan (change management), tidak ada dokumentasi, adanya seorang ahli yang tau segalanya tentang perangkat lunak yang dikembangkan, dan sangat bergantung pada kemampuan individual.
  2. Repeatable
    Ciri-ciri dari fungsi repeatable adalah kualitas perangkat lunak mulai bergantung pada proses bukan pada oprang, ada manajemen proyek sederhana, ada quality assurance sederhana, ada dokumen sederhana, ada software configuration management sederhana, tidak adanya knowledge management, tidak adanya komitmen untuk selalu mengikuti SDLC dalam kondisi apapun, tidak adanya stastikal control untuk estimasi proyek dan rentan perubahan struktur organisasi.
  3. Defined
    Ciri-ciri dari level Defined adalah SDLC sudah ditentukan, ada komitmrn untuk mengikuti SDLC dalam keadaan apapun, kualitas proses dan produk masih bersifat kualitatif atau hanya perkiraan saja, idak menerapkan Activity Based Costing, dan tidak adanya mekanisme umpan balik yang baku.
  4. Managed
    Ciri-cirinya adalah sebagai berikut, sudah ada Activity Based Costing dan digunakan untuk estimasi proyek berikutnya, proses penilaian kualitas perangkat lunak dan proyek bersifat kuantitatif, terjadi pemborosan biaya untuk pengumpulan data karena proses pengumpulan data masih dilakukan secara manual, cenderung belum jelas disebabkan karena masnusia ketika diperhatikan perilakuknya cenderung berubah, tidak ada mekanisme pencegahan defect dan adanya mekanisme umpan balik
  5. Optimized
    Pengumpulan data secara automatis, adanya mekanisme pencegahan defect, adanya mekanisme umpan balik yang sangat baik, dan adanya peningkatan kualitas dari SDM dan juga peningkatan kualitas proses.
     










SOFTWARE MAINTENANCE
Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/ fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).
Dengan beragamnya tujuan perawatan perangkat lunak, maka jenis perawatan perangkat lunak dapat dibagi menjadi empat pula, yaitu perawatan perbaikan (correction), perawatan peningkatan kinerja (improvement), perawatan penyesuaian (adaptation), dan perawatan pencegahan (prevention). Akan tetapi, secara umum, jenis perawatan perangkat lunak dapat dikelompokkan kedalam dua kategori besar, yaitu perawatan perbaikan (correction) dan  perawatan peningkatan (enhancement). Perawatan jenis kedua mencakup perawatan improvement, adaptation, dan prevention.


Kegiatan Maintenance
  1. Corrective Maintenance kegiatan identifikasi penyebab kerusakan, penggantian component yang rusak, mengatur kembali control, dsb. Corrective Maintenance adalah aktivitas perbaikan peralatan yang beroperasi secara tidak normal.
  2. Preventive Maintenance
    Kegiatan Maintenance ini memiliki tujuan mencegah terjadinya kerusakan peralatan selama operasi berlangsung. Maintenance peralatan dilakukan secara.
    terjadwal sesuai dengan estimasi umur peralatan. Kegiatan preventif maintenance dibuat berdasarkan tasklist maintenance sesuai dengan tingkat kritikal peralatan tersebut.

  3. Predictive Maintenance
    Kegiatan Maintenance ini memiliki kemiripan dengan preventive maintenance namun tidak dijadwal secara teratur. Predictive maintenance mengantisipasi kegagalan suatu peralatan sebelum terjadi kerusakan total. Predictive maintenance menganalisa suatu kondisi peralatan dari trend perilaku peralatan.