Selasa, 20 Maret 2018

Tugas Sistem Informasi Perbankan

1. Sebutkan jenis-jenis usaha bank
a. Bank umum, dan
b. Bank Perkreditan Rakyat.

• Jenis bank berdasarkan kepemilikannya
a. Bank milik negara (badan uasaha milik negara atau BUMN)
b. Bank milik pemerintah daerah (badan usaha milik daerah atau BUMD)
c. Bank milik swasta nasional
d. Bank milik swasta campuran (nasional dan asing)
e. Bank milik asing (cabang atau perwakilan)

• Jenis bank berdasarkan penekanan kegiatannya
a. Bank retail (retail banks)
b. Bank korporasi (corporate banks)
c. Bank pedesaan ( rural banks)
d. Bank pembangunan (development banks)
e. Dan lain-lain.

• Jenis bank berdasarkan pembayaran bunga atau pembagian hasil usaha
a. Bank konvensional
b. Bank berdasarkan prinsip syariah

• Jenis bank berdasarkan status
a. Bank devisa
b. Bank non devisa

https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://eprints.undip.ac.id/29460/1/Jurnal.pdf&ved=2ahUKEwia872LwvrZAhUdS48KHdSBAq0QFjADegQICBAB&usg=AOvVaw07sRdUUhUoU_RA7bmhx6Mf

2. Sebutkan kelebihan dan kelemahan e-banking

Kelebihannya:
Internet banking bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan bagi nasabah. Selain hemat biaya juga hemat waktu, karena nasabah dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dan dari mana saja. Keuntungan bukan hanya untuk nasabah tapi juga pihak bank, di mana internet banking memungkinkan bank untuk mengurangi biaya operasional karena jumlah nasabah yang datang ke bank makin sedikit, sehingga bank dapat menggunakan kantor yang lebih kecil dan pegawai yang lebih sedikit. Efisiensi ini menyebabkan bank dapat mengurangi biaya sewa tempat dan gaji karyawan. Kelebihan lainnya, nasabah bisa membuat banyak jadwal transaksi keuangan dalam satu waktu sekaligus atau diatur jadwalnya.

Kekurangannya:
Sebagai nasabah dan juga pihak bank perlu waspada mengingat data miliki nasabah  bisa saja dicuri melalui berbagai macam teknik oleh penyusup (hacker). Hacker bisa saja menguras habis uang nasabah dengan berbagai cara. Karena itu, nasabah wajib mematuhi semua prosesdur penggunaan internet banking sehingga lebih aman, sedangkan bank juga harus rajin sosialisasi dan melakukan pengawasan terhadap transaksai perbankan nasabahnya. Pencurian data bisa melalui teknik skimming atau melalui modus penipuan dengan berbagai macam penawaran yang mengecoh nasabah. Jika akses internet yang dimiliki nasabah tergolong murah dan lancar, lebih disarankan memakai internet banking karena lebih menghemat banyak biaya. Namun, perangkat komputer harus tertanam perangkat lunak antivirus dan antimalware supaya terhindar dari cracking. Hindari penggunaan internet banking di layanan publik seperti warnet atau wifi gratis karena rawan tindakan penyadapan data nasabah.

https://www.google.co.id/amp/s/www.cermati.com/artikel/amp/internet-banking-fitur-kelebihan-dan-kekurangannya

3. Sebutkan kelebihan dan kelemahan m-banking

Kelebihannya:
Penggunaan mobile banking bagi nasabah dapat menghemat waktu dan biaya (biaya transportasi), karena nasabah tidak harus mendatangi bank secara langsung hanya sekedar untuk melakukan transaksi, karena mobile banking memberi pelayanan selama 24 jam. Nasabah dapat melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun bahkan ketika kantor bank sudah tutup. Seseorang menggunakan mobile banking apabila orang tersebut percaya bahwa mobile banking dapat memberikan manfaat terhadap pekerjaannnya dan pencapaian prestasi kerjanya. Para nasabah berharap memperoleh manfaat, pada saat nasabah melaksanakan tugas dan pekerjaan rutinnya setelah ia menggunakan mobile banking. Pengukuran kemanfaatan tersebut dilihat ber-dasarkan frekuensi penggunaan aplikasi yang dijalankan. Oleh karena itu tingkat kemanfaatan mobile banking akan mempengaruhi sikap nasabah terhadap sistem tersebut.

Kelemahannya:
Risiko adalah sesuatu ketidakpastian yang dipertimbangkan orang untuk memutuskan atau tidak melakukan transaksi secara online. Dapat dikatakan bahwa transaksi online memiliki risiko tinggi, karena nasabah tidak dapat melakukan transaksi secara tatap muka dan mereka juga tidak dapat memastikan apakah transaksi yang telah dilakukannya, telah diproses secara tepat waktu atau tidak. Sebelum menggunakan layanan mobile banking, nasabah pasti telah mempertimbangkan kemungkinan berbagai risiko. Seperti, risiko bocornya PIN dan data pribadi nasabah, risiko dari serangan virus, risiko salah kirim, atau bahkan nasabah melakukan salah ketik.

https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://journal.uad.ac.id/index.php/OPTIMUM/article/download/7840/3899&ved=2ahUKEwiT3NSmzfrZAhWBqI8KHaARA1sQFjAAegQICRAB&usg=AOvVaw1L3epd93rmXS0xIK3i9han

4. Contoh kasus pencurian baik di bank / ATM

Kejahatan kartu ATM yang sering terjadi adalah pemalsuan kartu ATM, dimana si pelaku kejahatan membuat kartu ATM palsu lengkap dengan magnetic stripe yang sudah berisi rekaman data dari kartu yang dipalsukan. Selain memalsukan kartu si pelaku juga mengetahui nomor PIN dari kartu yang digandakannya.

a. Untuk mencuri PIN biasanya si pelaku mengintip calon korban dari belakang antrian lewat bahu korban yang sedang melakukan transaksi pada mesin ATM, ini bisa terjadi pada tempat-tempat seperti di Mall atau di lobby bank yang letak ATM-nya terbuka. Dan si pelaku pasti orang yang punya daya ingat tinggi karena dapat merekam nomor PIN dikepala hanya dengan sekilas.

b. Si pelaku kejahatan memasang kamera kecil (Spycamera) dan Card reader pada mesin ATM. Mesin card reader berfungsi untuk merekam data dari magnetic stripe kartu ATM, sementara kamera kecil yang tersembunyi digunakan untuk mengintip atau merekam nomor PIN korban saat menggunakan keypad ATM.

c. Membaca Record Terakhir : Modus yang satu ini tergolong berbahaya, anda tidak akan menemukan keanehan atau sesuatu yang tidak wajar di dalam anjungan atau ruangan ATM, modus kejahatan ATM yang satu ini telah banyak terjadi di luar negeri, cara kerja kejahatan ini membaca record terakhir dari transaksi mesin ATM dengan menggunakan kartu ATM kosong (akan tetapi kartu ATM tersebut telah di program untuk berkerja membaca transksi terakhir dari mesin ATM), dan seandainya si korban atau nasabah melaporkan kejadian seperti ini pada bank yang bersangkutan, tentu si korban akan di tuduh melakukan penipuan, karena transaksi yang dilakukan valid. Kenapa dianggap Valid ? karena biasanya si pelaku kejahatan ikut mengantri transaksi ATM di belakang anda, dengan demikian selisih waktu penarikan uang pun hanya beda beberapa menit, sehingga anda akan dianggap menarik uang secara berturut-turut oleh pihak bank.

d. Modus lainnya dari kejahatan kartu ATM adalah bisa dilakukan oleh oknum pegawai bank, (tapi ini hanya kemungkinan kecil), yaitu dengan cara membuat kartu ATM fiktif melalui nomor rekening nasabah yang tidak menginginkan kartu ATM. Oknum pelaku biasanya memakai rekening yang saldonya besar akan tetapi pasif dalam aktivitas transaksi. Dengan kartu ATM yang fiktif tadi si oknum menguras isi rekening nasabahnya yang tidak aktif tadi dengan nyaman.

e. Modus lainnya adalah dengan cara agar kartu ATM menyangkut pada ATM slot, dengan menyisipkan sesuatu benda (bisa plastik, permen karet, korek api, atau benang nilon dll) yang akan membuat kartu ATM tertahan didalam. Dan si pelaku kejahatan akan pura-pura membantu atau menolong si korban dengan menyuruh kembali mencoba memasukan PIN, setelah berkali-kali dicoba gagal dan kartu ATM-pun seolah telah ditelan mesin, maka si korban pergi untuk melakukan pengaduan pada bank yang bersangkutan, pada saat si korban pergi, si pelaku kejahatan mengambil kartu dari slot ATM dengan menarik benda yang dipasangnya, selanjutnya menarik tunai uang si korban.

https://mediatorinvestor.wordpress.com/artikel/kejahatan-kartu-atm-kartu-kredit/

5. Contoh kasus perhitungan bunga harian bulanan dan tahunan

Maka perhitungan bunga = (Saldo rata-rata harian x suku bunga % x jml hari pada bulan berjalan) / Jumlah hari dalam 1 tahun
Menghitung saldo rata-rata harian:
10.000.000 x 3 hari (tgl 1-3)                        =          30.000.000
15.000.000 x 2 hari (tgl 4-5)                        =          30.000.000
22.000.000 x 9 hari (tgl 6-14)                      =          198.000.000
12.000.000 x 2 hari (tgl 15-16)                    =          24.000.000
11.000.000 x 11 hari (tgl 17-27)                  =          121.000.000
14.000.000 x 4 hari (tgl 28-31)                    =          56.000.000
Jumlah                                                           =          459.000.000
Saldo rata-rata harian : 459.000.000 / 31 = 14.806.452
Bunga             : (14.806.452 x 6% x 31) / 365 = Rp 75.452,- (belum dipotong pajak).
Pajak bunga tabungan: 20% x Rp 75.452,- =  Rp 15.090,-
Maka bunga tabungan yang diterima oleh nasabah: Rp 75.452,- - Rp 15.090,- = Rp 60.362,-

https://www.google.co.id/amp/s/www.cermati.com/artikel/amp/ketahui-tipe-dan-cara-menghitung-bunga-tabungan