Minggu, 15 April 2018

2nd Assignment

1. Present Perfect Tense

Present perfect tense adalah suatu tense yang menggambarkan suatu kejadian yang terjadi sebelum satu spesifik waktu di masa lalu tetapi masih berlanjut sampai sekarang. Tense ini terdiri dari gabungan aspek perfect (sebelum satu spesifik waktu di masa lampau) dan bingkai waktu present (masa sekarang).


Rumus Present Perfect Tense

Present perfect tense dibentuk dengan  auxiliary verb have atau has  dan past participle (verb 3). Have berpasangan dengan subjek  I, You, We, dan They sedangkan Has digunakan untuk subjek He, She, dan It.
BentukRumus Present Perfect TenseContoh Kalimat
Positif
(+)
· I/You/We/They + have + verb 3
· He/She/It + has + verb 3
· They have lived in Jakarta for a long time
· He has learned English for one year
Negatif
(-)
· I/You/We/They + have + not + verb 3
· He/She/It + has + not + verb 3
· They have not lived in Jakarta for a long time
· He has not learned English for one year
Interogatif
(?)
· Have + I/You/We/They + verb 3?
· Has + He/She/It + verb 3?
· Have they lived in Jakarta for a long time?
· Has he learned English for one year?


2. Present Perfect Continuous Tense

Present perfect continuous tense adalah bentuk tense yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi sedang berlangsung selama waktu tertentu pada waktu sekarang (present). Bentuk ini menunjukkan bahwa aksi tersebut terjadi sebelum (begins before), selama (is in progress at the present), dan berlanjut setelah (continues after)  waktu atau aksi lainnya.

Rumus Present Perfect Continuous Tense

Untuk membentuk kalimat present perfect continuous tense, kita harus menerapkan rumus be + present participle (-ing) pada kata kerja utama.
BentukRumus Present Perfect Continuous TenseContoh Kalimat
Positif
(+)
Subjek + be (am/is/are) + verb (-ing) + …She is sleeping right now
We are studying today
Negatif
(-)
Subjek +be (am/is/are) + not + verb (-ing) + …She is not sleeping right now
We are not studying today
Interrogatif
(?)
Be (am/is/are) + subjek + verb (-ing) + …?Is she sleeping right now?
Are we studying today?

3. Past Perfect

Past perfect tense adalah suatu tense yang menggambarkan suatu kejadian yang terjadi sebelum satu spesifik waktu di masa lampau dan telah selesai sebelum kejadian lain yang terjadi di masa lampau juga. Tense ini terdiri dari gabungan aspek perfect (sebelum satu spesifik waktu di masa lampau) dan bingkai waktu past (masa lampau).

Rumus Past Perfect Tense

Tense ini dibentuk dengan bentuk masa lampau dari auxiliary verb have atau has, yaitu had dan past participle (verb 3). Semua subjek baik singular atau plural menggunakan had.
BentukRumus Past Perfect TenseContoh Kalimat
Positif
(+)
· Subjek +  had + verb 3· They had studied
Negatif
(-)
· Subjek +  had + not + verb 3· They had not studied
Interogatif
(?)
· Had+ subjek + verb 3?· Had they studied?

4. Past Perfect Continuous

Past perfect continuous tense adalah bentuk tense yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi sedang berlangsung selama waktu tertentu pada waktu lampau (past). Bentuk ini menunjukkan bahwa aksi tersebut terjadi sebelum (began before), selama (was in progress during), dan mungkin berlanjut setelah (continued after) waktu atau aksi lainnya yang terjadi pada masa lampau.

Rumus Past Perfect Continuous Tense

Untuk membentuk kalimatnya, kita harus menerapkan rumus bentuk lampau dari be + present participle (-ing) pada kata kerja utama.
BentukRumus Past Perfect Continuous TenseContoh Kalimat
Positif
(+)
Subjek + be (was/were) + verb (-ing) + …She was waiting for you yesterday
They were discussing my birthday party
Negatif
(-)
Subjek +be (was/were) + not + verb (-ing) + …She was not waiting for you yesterday
They were not discussing my birthday party
Interrogatif
(?)
Be (was/were) + subjek + verb (-ing) + …?Was she waiting for you yesterday?
Were they discussing my birthday party?


5. SUBJECT – VERB AGREEMENT (Kesesuaian Subjek dan Kata Kerja)




Pengertian Subject-Verb Agreement

Subject-verb agreement adalah persesuaian antara verb dengan subject dalam hal number, yaitu: singular (tunggal) atau plural (jamak). Subjek dapat berupanounpronoun, atau konstruksi lain yang berakting sebagai noun, seperti gerund daninfinitive. Pada dasarnya, singular subject (subjek tunggal) menggunakan singular verb (kata kerja tunggal), sedangkan plural subject (subjek jamak) menggunakanplural verb (kata kerja jamak).
Subject-Verb Agreement (Umum)
Secara umum pada bentuk present tensesingular verb berupa base form (bentuk dasar) dari verb dengan ditambahkan suffix (akhiran) -s. Adapun padaplural verb tanpa ditambahkan suffix -s (sebaliknya, plural subject ditambahkan suffix-s). Aturan kata kerja ini berlaku pula pada subjek berupa third person (orang ketiga, contoh: Ricky, Anna) dan semua personal pronoun (they, we= jamak; he, she, it= tunggal), kecuali I dan you. Walaupun berupa subjek tunggal, I dan you dipasangkan dengan kata kerja bentuk jamak.
Subjek tunggal harus mempunyai kata kerja tunggal. Begitu pula subjek jamak harus mempunyai kata kerja jamak. Ini kita sebut sebagai kesesuaian subjek-kata kerja (subject-verb agreement).
Perhatikan aturan berikut ini :





SUMBER : Sri Wahyuni, Kamus Pintar 444 Juta Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris


Kamis, 12 April 2018

Tools For IT Forensics

Makna Tools Forensik
IT Forensic adalah penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software atau tools untuk memelihara, mengamankan dan menganalisa barang bukti digital dari suatu tindakan kriminal yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer. Bukti tersebut yang akan di gunakan dalam proses hukum, selain itu juga memerlukan keahlian dibidang IT (termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software. Contoh barang bukti dalam bentuk elektronik atau data seperti :
· Komputer
· Hardisk
· MMC
· CD
· Flashdisk
· Camera Digital
· Simcard/hp


Untuk lebih lanjut kalian bisa mendownload makalahnya pada link dibawah ini :

 https://drive.google.com/open?id=1qP9TEYhiZWwAitMQGxMszFSIBW8NGAWD

Minggu, 01 April 2018

Penggunaan Tenses

1. The Simple Present Tense

A. Rumus
  • Bentuk Nominal (To Be)
I/You/We/They  +  To Be (Am, Are)  +  Complement
He/She/It  +  To Be (Is) +  Complement

  • Bentuk Verbal ( To Do)
He/She/It  + Verb1  +  s/es  + Object/Adverb
They/We/You  +  Verb1  +  Object/Adverb


B. Penggunaan

  • Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang dilakukan secara berulang-ulang.
I get at 5.00 (Saya bangun jam 5)
They come here everyday (Mereka datang kesini setiap hari)

  • Digunakan untuk menyatakan suatu kebenaran umum.
Jakarta is the capital city of Indonesia (Jakarta adalah Ibukota Indonesia)
  • Dipergunakan untuk menyatakan suatu perintah atau permintaan kepada orang kedua atau lawan bicara
Make sure that you do not forget the way (Pastikan jika kamu tidak lupa jalannya)


2. The Simple Past Tense

A. Rumus
  • Bentuk Nominal (To Be)
He/She/It  +  To Be (Was) +  Complement
We/Ther/You  +  To Be (Were) +  Complement

  • Bentuk Verbal ( To Do)
I/You/We/They/He/She/It  +  Verb2  +  Object/Adverb
B. Penggunaan
  • Digunakan untuk menunjukkan suatu peristiwa atau perbuatan yang terjadi atau dilakukkan pada masa lampau yang disebutkan waktu kejadian secara jelas.
I sent you a letter a month ago ( Saya mengirimimu sebuah surat sebulan yang lalu )
Michael Jackson sang sang in his last concert at 2011 ( Michael Jackson bernyanyi di konser terakhirnya pada tahun 2011 )

  • Digunakan untuk menunjukkan peristiwa atau kejadian yang terjadi pada masa lampau yang diketahui atau dinyatakan melalui pertanyaan tentang waktu kejadiannya.
What time did your uncle arrive? ( Jam berapa pamanmu tiba? )
  • Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang sudah jelas terjadi atau dilakukan pada masa lampau tetapi tidak disebutkan secara pasti waktu kejadian tersebut.
When I was live in Surabaya, I always went to zoo Ketika saya masih tinggal di Surabaya, saya selalu pergi ke kebun binatang )


3. Present Continuous Tense


A. Rumus
I  +  Am  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb
He/She/It  +  Is  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb
We/They/You  +  Are  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb
B. Penggunaan
  • Digunakan untuk menyatakan peristiwa atau perbuatan yang sedang berlangsung pada saat bicara.
My sister is singing right now (Saudara perempuan saya sedang bernyanyi saat ini)
  • Digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa atau perbuatan yang terjadi atau dilakukan pada masa sekarang, tapi tidak harus terjadi atau berlangsung pada saat bicara.
He are baking some bread. (Dia sedang memanggang roti)
  • Digunakan untuk menyatakan suatu rencana yang sudah pasti dilakukan dalam waktu dekat.
 I am going to Surabaya at 07.30 tomorrow. (Saya akan pergi ke Surabaya jam 7.30 besok)



4. Past Continuous Tense

A. Rumus
  • Bentuk Verbal (To Do)
He/She/It  +  was  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb
They/We/You  +  were  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb
B. Penggunaan
  • Digunakan untuk menyatakan peristiwa-peristiwa atau perbuatan masa lampau.
I was praying when you came to my house yesterday (Aku sedang beribadah ketika kamu datang ke rumahku kemarin)
  • Digunakan untuk menyatakan peristiwa yang terjadi secara berurutan pada masa lampau.
My mother was cooking fried rice while I was repairing my laptop (Ibu saya sedang memasak nasi goreng ketika saya sedang memperbaiki laptop saya)
  • Dalam bentuk pertanyaan.
Were you working all night yesterday? (Apakah kamu sedang bekerja sepanjang malam kemarin?)

Source : Sri Wahyuni, Kamus Pintar 444 Juta Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris

Selasa, 20 Maret 2018

Tugas Sistem Informasi Perbankan

1. Sebutkan jenis-jenis usaha bank
a. Bank umum, dan
b. Bank Perkreditan Rakyat.

• Jenis bank berdasarkan kepemilikannya
a. Bank milik negara (badan uasaha milik negara atau BUMN)
b. Bank milik pemerintah daerah (badan usaha milik daerah atau BUMD)
c. Bank milik swasta nasional
d. Bank milik swasta campuran (nasional dan asing)
e. Bank milik asing (cabang atau perwakilan)

• Jenis bank berdasarkan penekanan kegiatannya
a. Bank retail (retail banks)
b. Bank korporasi (corporate banks)
c. Bank pedesaan ( rural banks)
d. Bank pembangunan (development banks)
e. Dan lain-lain.

• Jenis bank berdasarkan pembayaran bunga atau pembagian hasil usaha
a. Bank konvensional
b. Bank berdasarkan prinsip syariah

• Jenis bank berdasarkan status
a. Bank devisa
b. Bank non devisa

https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://eprints.undip.ac.id/29460/1/Jurnal.pdf&ved=2ahUKEwia872LwvrZAhUdS48KHdSBAq0QFjADegQICBAB&usg=AOvVaw07sRdUUhUoU_RA7bmhx6Mf

2. Sebutkan kelebihan dan kelemahan e-banking

Kelebihannya:
Internet banking bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan bagi nasabah. Selain hemat biaya juga hemat waktu, karena nasabah dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dan dari mana saja. Keuntungan bukan hanya untuk nasabah tapi juga pihak bank, di mana internet banking memungkinkan bank untuk mengurangi biaya operasional karena jumlah nasabah yang datang ke bank makin sedikit, sehingga bank dapat menggunakan kantor yang lebih kecil dan pegawai yang lebih sedikit. Efisiensi ini menyebabkan bank dapat mengurangi biaya sewa tempat dan gaji karyawan. Kelebihan lainnya, nasabah bisa membuat banyak jadwal transaksi keuangan dalam satu waktu sekaligus atau diatur jadwalnya.

Kekurangannya:
Sebagai nasabah dan juga pihak bank perlu waspada mengingat data miliki nasabah  bisa saja dicuri melalui berbagai macam teknik oleh penyusup (hacker). Hacker bisa saja menguras habis uang nasabah dengan berbagai cara. Karena itu, nasabah wajib mematuhi semua prosesdur penggunaan internet banking sehingga lebih aman, sedangkan bank juga harus rajin sosialisasi dan melakukan pengawasan terhadap transaksai perbankan nasabahnya. Pencurian data bisa melalui teknik skimming atau melalui modus penipuan dengan berbagai macam penawaran yang mengecoh nasabah. Jika akses internet yang dimiliki nasabah tergolong murah dan lancar, lebih disarankan memakai internet banking karena lebih menghemat banyak biaya. Namun, perangkat komputer harus tertanam perangkat lunak antivirus dan antimalware supaya terhindar dari cracking. Hindari penggunaan internet banking di layanan publik seperti warnet atau wifi gratis karena rawan tindakan penyadapan data nasabah.

https://www.google.co.id/amp/s/www.cermati.com/artikel/amp/internet-banking-fitur-kelebihan-dan-kekurangannya

3. Sebutkan kelebihan dan kelemahan m-banking

Kelebihannya:
Penggunaan mobile banking bagi nasabah dapat menghemat waktu dan biaya (biaya transportasi), karena nasabah tidak harus mendatangi bank secara langsung hanya sekedar untuk melakukan transaksi, karena mobile banking memberi pelayanan selama 24 jam. Nasabah dapat melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun bahkan ketika kantor bank sudah tutup. Seseorang menggunakan mobile banking apabila orang tersebut percaya bahwa mobile banking dapat memberikan manfaat terhadap pekerjaannnya dan pencapaian prestasi kerjanya. Para nasabah berharap memperoleh manfaat, pada saat nasabah melaksanakan tugas dan pekerjaan rutinnya setelah ia menggunakan mobile banking. Pengukuran kemanfaatan tersebut dilihat ber-dasarkan frekuensi penggunaan aplikasi yang dijalankan. Oleh karena itu tingkat kemanfaatan mobile banking akan mempengaruhi sikap nasabah terhadap sistem tersebut.

Kelemahannya:
Risiko adalah sesuatu ketidakpastian yang dipertimbangkan orang untuk memutuskan atau tidak melakukan transaksi secara online. Dapat dikatakan bahwa transaksi online memiliki risiko tinggi, karena nasabah tidak dapat melakukan transaksi secara tatap muka dan mereka juga tidak dapat memastikan apakah transaksi yang telah dilakukannya, telah diproses secara tepat waktu atau tidak. Sebelum menggunakan layanan mobile banking, nasabah pasti telah mempertimbangkan kemungkinan berbagai risiko. Seperti, risiko bocornya PIN dan data pribadi nasabah, risiko dari serangan virus, risiko salah kirim, atau bahkan nasabah melakukan salah ketik.

https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://journal.uad.ac.id/index.php/OPTIMUM/article/download/7840/3899&ved=2ahUKEwiT3NSmzfrZAhWBqI8KHaARA1sQFjAAegQICRAB&usg=AOvVaw1L3epd93rmXS0xIK3i9han

4. Contoh kasus pencurian baik di bank / ATM

Kejahatan kartu ATM yang sering terjadi adalah pemalsuan kartu ATM, dimana si pelaku kejahatan membuat kartu ATM palsu lengkap dengan magnetic stripe yang sudah berisi rekaman data dari kartu yang dipalsukan. Selain memalsukan kartu si pelaku juga mengetahui nomor PIN dari kartu yang digandakannya.

a. Untuk mencuri PIN biasanya si pelaku mengintip calon korban dari belakang antrian lewat bahu korban yang sedang melakukan transaksi pada mesin ATM, ini bisa terjadi pada tempat-tempat seperti di Mall atau di lobby bank yang letak ATM-nya terbuka. Dan si pelaku pasti orang yang punya daya ingat tinggi karena dapat merekam nomor PIN dikepala hanya dengan sekilas.

b. Si pelaku kejahatan memasang kamera kecil (Spycamera) dan Card reader pada mesin ATM. Mesin card reader berfungsi untuk merekam data dari magnetic stripe kartu ATM, sementara kamera kecil yang tersembunyi digunakan untuk mengintip atau merekam nomor PIN korban saat menggunakan keypad ATM.

c. Membaca Record Terakhir : Modus yang satu ini tergolong berbahaya, anda tidak akan menemukan keanehan atau sesuatu yang tidak wajar di dalam anjungan atau ruangan ATM, modus kejahatan ATM yang satu ini telah banyak terjadi di luar negeri, cara kerja kejahatan ini membaca record terakhir dari transaksi mesin ATM dengan menggunakan kartu ATM kosong (akan tetapi kartu ATM tersebut telah di program untuk berkerja membaca transksi terakhir dari mesin ATM), dan seandainya si korban atau nasabah melaporkan kejadian seperti ini pada bank yang bersangkutan, tentu si korban akan di tuduh melakukan penipuan, karena transaksi yang dilakukan valid. Kenapa dianggap Valid ? karena biasanya si pelaku kejahatan ikut mengantri transaksi ATM di belakang anda, dengan demikian selisih waktu penarikan uang pun hanya beda beberapa menit, sehingga anda akan dianggap menarik uang secara berturut-turut oleh pihak bank.

d. Modus lainnya dari kejahatan kartu ATM adalah bisa dilakukan oleh oknum pegawai bank, (tapi ini hanya kemungkinan kecil), yaitu dengan cara membuat kartu ATM fiktif melalui nomor rekening nasabah yang tidak menginginkan kartu ATM. Oknum pelaku biasanya memakai rekening yang saldonya besar akan tetapi pasif dalam aktivitas transaksi. Dengan kartu ATM yang fiktif tadi si oknum menguras isi rekening nasabahnya yang tidak aktif tadi dengan nyaman.

e. Modus lainnya adalah dengan cara agar kartu ATM menyangkut pada ATM slot, dengan menyisipkan sesuatu benda (bisa plastik, permen karet, korek api, atau benang nilon dll) yang akan membuat kartu ATM tertahan didalam. Dan si pelaku kejahatan akan pura-pura membantu atau menolong si korban dengan menyuruh kembali mencoba memasukan PIN, setelah berkali-kali dicoba gagal dan kartu ATM-pun seolah telah ditelan mesin, maka si korban pergi untuk melakukan pengaduan pada bank yang bersangkutan, pada saat si korban pergi, si pelaku kejahatan mengambil kartu dari slot ATM dengan menarik benda yang dipasangnya, selanjutnya menarik tunai uang si korban.

https://mediatorinvestor.wordpress.com/artikel/kejahatan-kartu-atm-kartu-kredit/

5. Contoh kasus perhitungan bunga harian bulanan dan tahunan

Maka perhitungan bunga = (Saldo rata-rata harian x suku bunga % x jml hari pada bulan berjalan) / Jumlah hari dalam 1 tahun
Menghitung saldo rata-rata harian:
10.000.000 x 3 hari (tgl 1-3)                        =          30.000.000
15.000.000 x 2 hari (tgl 4-5)                        =          30.000.000
22.000.000 x 9 hari (tgl 6-14)                      =          198.000.000
12.000.000 x 2 hari (tgl 15-16)                    =          24.000.000
11.000.000 x 11 hari (tgl 17-27)                  =          121.000.000
14.000.000 x 4 hari (tgl 28-31)                    =          56.000.000
Jumlah                                                           =          459.000.000
Saldo rata-rata harian : 459.000.000 / 31 = 14.806.452
Bunga             : (14.806.452 x 6% x 31) / 365 = Rp 75.452,- (belum dipotong pajak).
Pajak bunga tabungan: 20% x Rp 75.452,- =  Rp 15.090,-
Maka bunga tabungan yang diterima oleh nasabah: Rp 75.452,- - Rp 15.090,- = Rp 60.362,-

https://www.google.co.id/amp/s/www.cermati.com/artikel/amp/ketahui-tipe-dan-cara-menghitung-bunga-tabungan

Senin, 22 Januari 2018

Audit Teknologi Sistem Informasi pada Lingkungan

Workgroup/Enterprise Information System

Workgroup Information Systems ialah suatu bentuk sistem yang dalam menjalankan fungsinya terdiri dari beberapa orang yaitu berupa sekelompok tim kecil yang saling berkolaborasi dalam proyek atau aplikasi yang sama, memiliki aturan yang mengatur fungsi grup dan anggotanya serta standarisasi peran untuk setiap anggota dalam organisasi tersebut, Workgroup Information Systems dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari sebuah kelompok kerja. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dari suatu kelompok kerja. Dalam divisi sumber daya manusia, terdapat beberapa workgroup yang bertugas untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas personalia guna menunjang kelancaran suatu produk. Workgroup tersebut akan mengatur dan mengembangkan kemampuan sikap mental SDM yang memiliki potensi serta motivasi yang kuat untuk berprestasi dalam bidangnya di suatu usaha produk.
       Auditor juga harus menggunakan penilaian yang baik dalam menilai risiko sebenarnya yang terkait dengan langkah-langkah ini, berdasarkan lingkungan dan keseluruhan postur keamanan sistem.
1.  Auditing Entity-Level Controls
Karena kontrol tingkat entitas tersebar luas di seluruh organisasi, Jika tidak dipusatkan atau distandarisasi, auditor harus mempertanyakan kemampuan lingkungan TI secara keseluruhan agar terkontrol dengan baik. Apa dan tidak dianggap sebagai kontrol tingkat entitas tidak selalu ditentukan secara konsisten dan akan berbeda menurut organisasi, tergantung pada bagaimana lingkungan TI didefinisikan. Bidang yang merupakan proses tingkat entitas di satu perusahaan tidak harus merupakan proses tingkat entitas di perusahaan lain.
2.    Auditing Data Centers and Disaster Recovery
Pusat data adalah fasilitas yang dirancang untuk menampung sistem kritis organisasi, yang terdiri dari perangkat keras, sistem operasi, dan aplikasi komputer. Aplikasi biasanya digunakan untuk mendukung proses bisnis yang spesifik seperti pemenuhan pesanan, customer relationship management (CRM), dan akuntansi. Pusat data menggabungkan beberapa jenis kontrol berbasis fasilitas, yang biasa disebut keamanan fisik dan pengendalian lingkungan, termasuk sistem kontrol akses fasilitas, sistem alarm, dan sistem pemadaman kebakaran. Sistem ini dirancang untuk mencegah intrusi yang tidak sah, mendeteksi masalah sebelum menyebabkan kerusakan, dan mencegah penyebaran api.
3.    Auditing Routers, Switches and Firewalls
Jaringan memungkinkan host untuk berkomunikasi menggunakan perangkat keras khusus yang dioptimalkan untuk mengirimkan data dari satu host ke host lainnya. Pada dasarnya, perangkat keras adalah komputer yang menjalankan sistem operasi yang dirancang untuk memindahkan data. Perangkat jaringan seperti router, switch, dan firewall memiliki komponen dasar yang akan Anda temukan di server biasa Anda, kecuali perangkat yang sangat disesuaikan. Perangkat ini berisi prosesor khusus dengan petunjuk tertanam yang dirancang untuk memproses pergerakan data secara cepat dan efisien. Mereka juga memiliki memori, sistem operasi, dan sarana untuk mengkonfigurasi perangkat.
4.    Auditing Windows Operating Systems
Banyak komponen seputar sistem operasi yang harus diperhatikan dalam ulasan lengkap. Misalnya, perhatikan bahaya yang kurang terpelihara atau aplikasi yang dikonfigurasi Semakin banyak aplikasi yang Anda tambahkan ke platform, semakin banyak area masalah potensial yang Anda miliki sebagai auditor saat Anda meningkatkan area permukaan serangan Anda. Selain itu, perangkat keras, penyimpanan, dan jaringan mempengaruhi kinerja dan perlindungan sistem operasi. Akhirnya, kontrol dan pengelolaan lingkungan sekitar mempengaruhi dukungan, risiko, kepatuhan, dan keselarasan bisnis server.
5.    Auditing Unix and Linux Operating Systems
File system bisa dianggap sebagai tree, dan basis setiap tree adalah root. Jadi direktori root, yang ditunjuk adalah trunk dari cabang direktori lain. Setiap sistem Unix memiliki direktori root, tapi Anda akan menemukan beberapa varian dalam apa yang Anda lihat dari sana. File dan directory permissions dapat dipisahkan menjadi user, group, dan world permissions. Dengan kata lain, setiap file dan direktori memiliki hak akses yang ditetapkan untuk user file, untuk group yang terkait dengan file tersebut, dan untuk orang lain (sering disebut "world" atau "other"). Masing-masing entitas ini dapat diberikan akses baca (read), tulis(write), dan eksekusi (execute). Baik file dan direktori memiliki set izin sendiri.
6.    Auditing Web Servers and Web Applications
Audit web yang lengkap benar-benar merupakan audit terhadap tiga komponen utama, termasuk sistem operasi server, server web, dan aplikasi web. Komponen tambahan seperti database pendukung atau infrastruktur jaringan yang relevan mungkin juga sesuai untuk dipertimbangkan sebagai bagian dari audit Anda. Komponen pertama yang kami diskusikan adalah platform atau sistem operasi yang mendasari server dan aplikasi web yang terpasang dan beroperasi. Selanjutnya adalah web server itu sendiri, seperti Internet Information Services (IIS) atau Apache, yang digunakan untuk meng-host aplikasi web. Selanjutnya, meliput audit aplikasi web. Aplikasi web mencakup kerangka kerja pengembangan terkait seperti ASP.NET, Java, Python, atau PHP dan sistem pengelolaan konten yang sesuai (CMS) seperti Drupal, Joomla, atau WordPress.
7.    Auditing Databases
Untuk mengaudit database secara efektif, Anda memerlukan pemahaman dasar tentang bagaimana sebuah database bekerja. Anda perlu memahami serangkaian komponen yang luas untuk mengaudit database dengan benar. Pada awal tahun 1990an, aplikasi ditulis menggunakan model client-server, yangterdiri dari program desktop yang menghubungkan melalui jaringan langsung ke database backend. Ini disebut sebagai aplikasi two-tier. Pada akhir 1990-an, aplikasi three-tiered menjadi norma. Model baru ini terdiri dari browser web yang terhubung ke aplikasi web tingkat menengah. Tingkat menengah kemudian dihubungkan dengan database backend. Aplikasi three-tiered merupakan langkah maju yang bagus. Ini berarti bahwa perangkat lunak khusus tidak perlu diinstal pada setiap workstation klien, dan pembaruan perangkat lunak dapat diterapkan ke server pusat. Klien bisa menjalankan sistem operasi yang mendukung browser dasar. Selain itu, dalam model three-tiered, mengamankan database jauh lebih sederhana. Tentu saja, infrastruktur yang dibutuhkan oleh database untuk mendukung aplikasi two-tier masih ada di database backend untuk aplikasi three-tiered. Bahaya sekarang ada bahwa penyerang akan menghindari aplikasi web untuk menyerang database backend.
8.    Auditing Storage
Penyimpanan memperluas batas lingkungan komputasi untuk memungkinkan data dibagi antarapengguna dan aplikasi. Platform penyimpanan telah berkembang dengan sangat efisien sehingga server dapat menggunakan lingkungan penyimpanan, berbeda dengan penyimpanan asli ke server dan bentuk penyimpanan langsung lainnya, untuk kebutuhan penyimpanan utama mereka. Lingkungan penyimpanan terus berkembang, karena teknologi dan platform penyimpanan tradisional digabungkan menjadi satu kesatuan yang mengelola data file dan data aplikasi dalam unit yang sama. Protokol smart switch yang mampu memindahkan data pada kecepatan terik telah merusak kemacetan untuk mengkonsolidasikan lingkungan, yang pada gilirannya memungkinkan perampingan pusat data. Tambahkan ke teknologi ini seperti deduplikasi data, virtualisasi penyimpanan, dan solid state drive, dan mudah untuk melihat mengapa administrator penyimpanan yang baik diminati.
Objek Garapan : 
Perusahaan Bina sahaja (nama samaran)
1. Profil Perusahaan
PT. xxx (nama disamarkan)
Adalah Perusahaan Swasta yang bergerak di bidang teknologi informasi yang  menaungi sebuah start up bernama xxx (nama disamarkan), sebagai startup yang berjalan di bidang regulatory technology (regtech) di Indonesia, yaitu sebuah aplikasi digital produk hukum

2.Sistem Operasi
  •  Sistem operasi yang digunakan pada komputer perusahaan adalah macOS High Sierra dan Windows 10 Pro
  • Sistem operasi yang digunakan perusahaan merupakan sistem operasi original yang memiliki lisensi resmi
3. Jaringan
  • Sudah ada resource sharing  
  • Open server  
  • Media transmisi wireless dan kabel
  • Menggunakan jasa ISP Smartfren Telecom
4. Keamanan Sistem
Lapisan keamanan sistem web perusahaan :
  •  OAUTH 2.0 
    • OAuth2 adalah kepanjangan dari open authorization dimana OAuth2 banyak digunakan dikalangan developer sebagai proses authorization sebuah aplikasi. Dengan menggunakan protokol ini, maka aplikasi pihak ketiga dapat mengakses data dari aplikasi dibangun.
  • AES 
    • Advanced Encryption Standard (AES) merupakan algoritma cryptographic yang dapat digunakan untuk mengamakan data. Algoritma AES adalah blok chipertext simetrik yang dapat mengenkripsi (encipher) dan dekripsi (decipher) informasi. Enkripsi merubah data yang tidak dapat lagi dibaca disebut ciphertext; sebaliknya dekripsi adalah merubah ciphertext data menjadi bentuk semula yang kita kenal sebagaiplaintext. Algoritma AES is mengunkan kunci kriptografi 128, 192, dan 256 bits untuk mengenkrip dan dekrip data pada blok 128 bits.
  •  SSL
    • SSL atau Secure Socket Layer,adalah protokol keamanan yang digunakan pada hampir semua transaksi aman pada internet. SSL mengubah suatu protokol transport seperti TCP menjadi sebuah saluran komunikasi aman yang cocok untuk transaksi yang sensitif seperti Paypal, Internet Banking, dan lain-lain.
5.      Web_Server
Pada perusahaan rutin dilakukan maintenance dan backup data pada bagian web server.Pada perusahaan ini, web server dibangun dengan beberapa bahasa pemograman yaitu:
  • AJAX
    • Merupakan singkatan dari “Asynchronous Javascript and XML”. Secara sederhana, AJAX memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan kode program pada server melalui Javascript. Melalui AJAX, kita dapat memanggil kode pada server melalui URL tertentu, dan menerima data / pesan hasil eksekusi oleh server. Pada awal pengembangan, server mengembalikan data dalam format XML (‘X’ pada AJAX). Pada prakteknya, server dapat mengembalikan data apapun, selaam kode klien mengetahui format yang diberikan. Bahkan pada perkembangan selanjutnya, format JSON menjadi lebih populer dibandingkan XML.
  • VERT.X
    • Eclipse Vert.x adalah framework aplikasi berbasis poliglot yang berjalan pada Java Virtual Machine. Lingkungan yang serupa ditulis dalam bahasa pemrograman lain termasuk Node.js untuk JavaScript, Twisted for Python, Lingkungan Objek Perl untuk Perl, libevent untuk C, reactPHP dan amphp untuk PHP dan EventMachine untuk Ruby.
  • JAVA
    • Java adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berorientasi objek dan program java tersusun dari bagian yang disebut kelas. Kelas terdiri atas metode-metode yang melakukan pekerjaan dan mengembalikan informasi setelah melakukan tugasnya.
Referensi :

  • http://adefauzisiregar.blogspot.co.id/2018/01/audit-teknologi-sistem-informasi-pada.html
  • http://whosisyourdady.blogspot.co.id/