Selasa, 24 Oktober 2017

Tugas Audit Teknologi Sistem Informasi



1.      Konsep Audit
Audit dan kontrol teknologi informasi menjadi penting karena organisasi membutuhkan acuan, parameter dan kontrol untuk memastikan semua sumber daya perusahaan menuju pada pencapaian tujuan organisasi secara terintegratif dan komprehensif. IT Audit dan Kontrol menjelaskan sebuah proses untuk mereview dan memposisikan IT sebagai instrument penting dalam pencapaian usaha/bisnis korporasi. Audit IT dan control melakukan proses sistematik, terencana, dan menggunakan keahlian IT untuk mengetahui tingkat kepatuhan, kinerja, nilai, dan resiko dari implementasi teknologi. Kemampuan mengetahui pengetahuan dan skill pada IT Audit dan control selain juga menunjukkan jenjang professional tertentu dalam professional, juga membuat seseorang akan menganalisa, merancang, membangun, mengimplementasikan, memonitor dan melakukan pengembangan berkelanjutan TIK tidak sekedar beroperasi tetapi juga mengikuti kaidah industri dan standar internasional.
Penerapan IT audit sendiri dibentuk pada pertengahan 1960-an dan sejak saat itu telah berubah spesifikasi nya berkali-kali karena perkembangan pesat teknologi dan penggabungan ke dalam bisnis. Audit teknologi selalu mengacu pada pemeriksaan kontrol dalam infrastruktur TI. Praktek Audit menjamin kelangsungan bisnis dengan mengidentifikasi integritas data organisasi, operasi efektivitas dan tindakan perlindungan untuk melindungi 36 aset IT.
2.      Proses Audit
Proses Audit dalam konteks teknologi informasi adalah memeriksa apakah sistem informasi berjalan semestinya. Tujuh langkah proses audit sistem informasi yaitu:
a)      Implementasikan sebuah strategi audit berbasis manajemen resiko serta control practice yang dapat disepakati oleh semua pihak
b)      Tetapkan langkah-langkah audit yang rinci
c)      Gunakan fakta atau bahan bukti yang cukup, handal, relevan, serta bermanfaat
d)     Buat laporan beserta kesimpulan berdasarkan fakta yang dikumpulkan
e)      Telaah apakah tujuan audit tercapai
f)       Sampaikan laporan kepada pihak yang berkepentingan
g)      Pastikan bahwa organisasi mengimplementasikan managemen resiko serta control practice.

Perencanaan sebelum menjalankan proses audit dengan metodologi audit yaitu:
a)      Audit subject
b)      Audit objective
c)      Audit Scope
d)     Preaudit planning
e)      Audit procedures and Steps for data gathering
f)       Evaluasi hasil pengujian dan pemeriksaan
g)      Audit report preparation





Berikut struktur isi laporan audit secara umumnya(tidak baku):
a)      Pendahuluan
b)      Kesimpulan umum auditor
c)      Hasil audit
d)     Rekomendasi
e)      Exit interview

3.      Teknik Audit

Menurut Davis, Schiller dan Wheeler (2011) tahap melakukan audit TI adalah :

  1. Tinjau struktur organisasi TI secara keseluruhan untuk memastikan bahwa organisasi TI menyediakan untuk tugas wewenang dan tanggung jawab atas operasi TI dan menyediakan pembagian tugas yang memadai.
  2. Meninjau proses perencanaan strategis TI untuk memastikan bahwa itu sejalan dengan strategi bisnis. Mengevaluasi proses organisasi TI untuk memantau kemajuan terhadap rencana strategis.
  3. Menentukan apakah teknologi dan aplikasi strategi dan roadmap ada, dan mengevaluasi proses perencanaan teknis jangka panjang.
  4. Tinjau indikator kinerja dan pengukuran untuk IT. Memastikan bahwa proses dan metrik pada tempatnya (dan disetujui oleh para pemangku kepentingan utama) untuk mengukur kinerja kegiatan sehari-hari dan untuk pelacakan kinerja terhadap SLA, anggaran, dan persyaratan operasional lainnya.
  5. Evaluasi standar untuk mengatur pelaksanaan proyek IT dan untuk memastikan kualitas produk yang dikembangkan atau diperoleh oleh organisasi TI. Menentukan bagaimana standar tersebut dikomunikasikan dan ditegakkan.
  6. Pastikan bahwa kebijakan keamanan TI ada dan memberikan persyaratan yang memadai untuk keamanan lingkungan. Tentukan bagaimana kebijakan tersebut dikomunikasikan dan bagaimana kepatuhan dimonitor dan ditegakkan.
  7. Meninjau dan mengevaluasi proses penilaian risiko di tempat bagi organisasi TI.
  8. Tinjau dan evaluasi proses untuk memastikan bahwa karyawan IT di perusahaan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan mereka.
  9. Tinjau dan evaluasi kebijakan dan proses untuk menetapkan kepemilikan data perusahaan, mengelompokkan data, melindungi data sesuai dengan klasifikasinya, dan mendefinisikan life cycle data.
  10. Tinjau dan evaluasi proses untuk memastikan bahwa end user lingkungan TI memiliki kemampuan untuk melaporkan masalah, secara tepat terlibat dalam keputusan TI, dan puas dengan layanan yang diberikan oleh TI.
  11. Meninjau dan mengevaluasi proses untuk mengelola layanan pihak ketiga, memastikan bahwa peran dan tanggung jawab mereka didefinisikan dengan jelas dan pemantauan kinerja mereka.
  12. Meninjau dan mengevaluasi proses untuk mengontrol akses login non karyawan.
  13. Meninjau dan mengevaluasi proses untuk memastikan bahwa perusahaan telah memenuhi lisensi perangkat lunak yang berlaku.

4.      Regulasi Audit

Uji kepatutan (compliance test) dilakukan dengan menguji kepatutan Prooses TI dengan melihat kepatutan proses yang berlangsung terhadap standard dan regulasi yang berlaku. Kepatutan tersebut dapat diketahui dari hasil pengumpulan bukti. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam uji tersebut antara lain akan dipaparkan sebagaimana berikut :
1)      Tahapan Pengidentifikasian
Objek yang Diaudit Tujuan dari langkah ini agar pengaudit mengenal lebih jauh terkait dengan hal-hal yang harus dipenuhi dalam objektif kontrol yang membawa kepada penugasan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab. Aktivitas yang berlangsung juga termasuk pengidentifikasian perihal pengelolaan aktivitas yang didukung TI memenuhi objektif kontrol terkait.

2)      Tahapan Evaluasi audit Tujuan dari tahapan ini adalah untuk mendapatkan prosedur tertulis dan memperkirakan jika prosedur yang ada telah menghasilkan struktur kontrol yang efektif. Uji kepatutan yang dilakukan pada tahapan ini yaitu mengevaluasi pemisahan tanggung jawab yang terkait dengan pengelolaan SI/TI. Dari hasil evaluasi ditemukan terdapat pemisahan terhadap tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh masing-masing pihak yang bersangkutan.

5.      Standar & Kerangka Kerja Audit

Standar Audit Sistem Informasi (SASI) IASII diresmikan oleh Rapat Anggota IASII Tahun 2006  pada tanggal 25 Februari 2006 bertempat di Jakarta. SASI IASII berlaku bagi seluruh Anggota IASII (sesuai AD/ART IASII) yang melaksanakan kegiatan Audit Sistem Informasi. Standar ini mulai  berlaku efektif sejak tanggal 01 Januari 2007 dan dapat diterapkan sebelum tanggal tersebut. Adapun  beberapa aturan yang standarisasikan, antara lain:
1). Penugasan Audit, mencakup :
(a). Tanggung Jawab
(b). Wewenang dan
(c). Akuntabilitas
2). Independensi & Obyektifitas
3). Profesionalisme & Kompetensi
4). Perencanaan
5).Pelaksanaan, yang mencakup :
 (a). Pengawasan
 (b). Bukti-bukti Audit
 (c). Kertas Kerja Audit
6). Pelaporan
7). Tindak Lanjut
Kerangka Kerja Audit Sistem Informasi dapat diuraikan dalam  beberapa tahapan berdasarkan kerangka pikir manajemen, teknologi informasi dan pertimbangan sistem ahli yang semuanya mengacu pada kerangka kerja menghasilkan laporan audit sistem informasi.

6.      Manajemen Resiko
Manajemen risiko adalah sebuah proses yang diaplikasikan dalam perumusan strategi dan dirancang untuk mengidentifikasi kejadian potensial yang mungkin akan berdampak pada keseluruhan organisasi, dan pengelolaan risiko. Kategori sasaran dalam manajemen risiko : 
·         Strategis : tujuan tingkat tinggi, selaras dengan dan mendukung misi
·         Operasional : penggunaan sumberdaya secara efektif dan efisien
·         Pelaporan : keandalan pelaporan
·         Pemenuhan : pemenuhan hukum dan peraturan yang berlaku
FALSAFAH COSO
Bagi COSO, pengukuran-penetapan risiko adalah kegiatan penting bagi manajemen dan auditor internal korporasi, sehingga auditor internal harus paham proses dan sarana untuk identifikasi, penilaian, pengukuran dan penetapan tingkat risiko (risk assessment) sebagai dasar menyusun prosedur audit internal. COSO menyatakan bahwa setiap entitas menghadapi risiko internal dari luar, bahwa risiko-risiko tersebut harus didentifikasi dan dinilai-diukur terfokus pada pengamanan sasaran strategis korporasi. Perubahan sosial-politik-ekonomi-industri-hukum dan perubahan kondisi operasional perusahaan teraudit mengandung risiko, manajemen perusahaan harus membentuk mekanisme untuk mengenali & menghadapi perubahan tersebut. Basis utama manajemen risiko adalah asesmen risiko. Untuk keberlangsungan usaha, asesmen risiko merupakan tanggungjawab manajemen yang bersifat integral dan terus menerus, karena manajemen tak dapat memformulasikan sasaran dengan asumsi sasaran akan tercapai tanpa risiko atau hambatan.
Contoh risiko, bahaya, ancaman, atau hambatan mencapai sasaran korporasi adalah :
  • Pesaing meluncurkan produk baru
  • Perubahan teknologi menyebabkan jasa atau produk tidak laku
  • Manajer andalan tiba-tiba mengundurkan diri sebagai karyawan
  • Formula rahasia dicuri dan dijual oleh karyawan kepada pesaing
  • KKN menggerus laba dan membuat perusahaan keropos


Senin, 29 Mei 2017

Tugas 3 Storyboard


Storyboard merupakan sketsa gambar yang di susun secara berurutan sesuai dengan naskah ( alur cerita). Dengan storyboard penulis atau pengarang dapat menyampaikan ide cerita kepada orang lain. ( pembaca) dengan lebih mudah karena penulis dapat menggiring khayalan seorang pembaca mengikuti gambar-gambar yang tersaji, sehingga menghasilkan persepsi yang sama pada ide cerita yang dibuat oleh penulis.

Fungsi storyboard adalah sebagai konsep dan ungkapan relatif digunakan untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual. Pada storyboard dapat ditambahkan arahan audio, serta informasi lain berupa huruf serta tata letak sehingga pesan dan gagasan dapat di terima.

Pada tugas ke-3 kami ditugaskan membuat storyboard Iklan Layanan Masyarakat . Iklan layanan masyarakat yang kami buat bertema tentang " Jagalah Kebersihan ". Iklan ini memberi imbuhan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Berikut akan ditampilkan storyboard dengan tema yang ditentukan.

Senin, 17 April 2017

3 Software Pembuatan Animasi



ADOBE FLASH

Adobe Flash (dahulu bernama Macromedia Flash) adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension .swf dan dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunakan bahasa pemrograman bernama ActionScript yang muncul pertama kalinya pada Flash 5.

Sebelum tahun 2005, Flash dirilis oleh Macromedia. Flash 1.0 diluncurkan pada tahun 1996 setelah Macromedia membeli program animasi vektor bernama FutureSplash. Versi terakhir yang diluncurkan di pasaran dengan menggunakan nama 'Macromedia' adalah Macromedia Flash 8. Pada tanggal 3 Desember 2005 Adobe Systems mengakuisisi Macromedia dan seluruh produknya, sehingga nama Macromedia Flash berubah menjadi Adobe Flash.

Adobe Flash merupakan sebuah program yang didesain khusus oleh Adobe dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Flash didesain dengan kemampuan untuk membuat animasi 2 dimensi yang handal dan ringan sehingga flash banyak digunakan untuk membangun dan memberikan efek animasi pada website, CD Interaktif dan yang lainnya. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membuat animasi logo, movie, game, pembuatan navigasi pada situs web, tombol animasi, banner, menu interaktif, interaktif form isian, e-card, screen saver dan pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya. Dalam Flash, terdapat teknik-teknik membuat animasi, fasilitas action script, filter, custom easing dan dapat memasukkan video lengkap dengan fasilitas playback FLV. Keunggulan yang dimiliki oleh Flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit code pemograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada di dalamnya atau digunakan untuk berkomunikasi dengan program lain seperti HTML, PHP, dan Database dengan pendekatan XML, dapat dikolaborasikan dengan web, karena mempunyai keunggulan antara lain kecil dalam ukuran file outputnya.

Movie-movie Flash memiliki ukuran file yang kecil dan dapat ditampilkan dengan ukuran layar yang dapat disesuaikan dengan keingginan. Aplikasi Flash merupakan sebuah standar aplikasi industri perancangan animasi web dengan peningkatan pengaturan dan perluasan kemampuan integrasi yang lebih baik. Banyak fiture-fiture baru dalam Flash yang dapat meningkatkan kreativitas dalam pembuatan isi media yang kaya dengan memanfaatkan kemampuan aplikasi tersebut secara maksimal. Fiture-fiture baru ini membantu kita lebih memusatkan perhatian pada desain yang dibuat secara cepat, bukannya memusatkan pada cara kerja dan penggunaan aplikasi tersebut. Flash juga dapat digunakan untuk mengembangkan secara cepat aplikasi-aplikasi web yang kaya dengan pembuatan script tingkat lanjut. Di dalam aplikasinya juga tersedia sebuah alat untuk men-debug script. Dengan menggunakan Code hint untuk mempermudah dan mempercepat pembuatan dan pengembangan isi ActionScript secara otomatis. Untuk memahami keamanan Adobe Flash dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, berdasarkan beberapa sumber referensi bahwa tidak ada perbedaan menyolok antara HTML dan JavaScript di mana di dalamnya terdapat banyak tools yang dapat diambil dari SWF termasuk ActionScript. Sehingga kode data dapat terjamin keamanannya. Oleh sebab itu, semua kebutuhan data yang terdapat dalam SWF dapat diambil kembali melalui server. Keuntungan menggunakan metode yang sama dengan menggunakan aplikasi web yang standar adalah akan menjamin dan mengamankanpenyimpanan dan perpindahan data.

Spesifikasi Laptop untuk menjalankan software Adobe Flash

  • Intel® Pentium® 4 or AMD Athlon® 64 processor
  • Microsoft® Windows® XP with Service Pack 2 (Service Pack 3 recommended); Windows Vista® Home Premium, Business, Ultimate, or Enterprise with Service Pack 1; or Windows7
  • 1GB of RAM 3.5GB
  • 1024x768 display (1280x800 recommended) with 16-bit video card DVD-ROM drive QuickTime 7.6.2 software required for multimedia features


3D MAX

Pengertian 3d max merupakan perangkat lunak atau software dari grafik vektor program 3 dimensi maupun animasi, yang ditulis Autodesk Media & Entertainment. Adapun software yang satu ini dikembangkan berdasarkan pendahulunya yakni 3D Studio FO DOS, namun untuk platform dengan program Win32. Adapun versi terbaru dari 3Ds Max di bulan Juli 2005 yakni 7. Adapun untuk program 3Ds Max Autodesk 8 sendiri diperkirakan tersedia di akhir tahun 2005. Dimana hal ini sudah diumumkan pihak Discreet yang ada di Siggraph pada tahun 2005.

Pengertian 3d max yaitu sebuah paket software paling luas yang digunakan saat ini, sebab ada beberapa alasan yakni penggunaan dari platform Ms. Windows, arsitektur plugin banyak dan kemampuan untuk mengedit yang paling serba bisa. Ada sebanyak 5 metode dari pemodelan dasar, diantaranya NURBS, pemodelan Polygon, surface tool, NURMS dan Permodelan primitif. Permodelan primitif sendiri termasuk metode dasar, yang mana seseorang telah membentuk model memakai banyak silinder, kotak, cone dan objek yang sudah tersedia.

Di samping permodelan primitif ada Metal Ray. Dimana, metal ray sendiri adalah render engine dalam program 3D Max, di samping render standar Maz seperti Default Scanline. Adapun Mental Ray sendiri terintegrasi oleh 3D Max dengan begitu tak perlu melakukan instal dengan terpisah. Adapun kelebihan dari Metal Ray sendiri yaitu bisa mengkalkulasikan efek. 

Kelebihan 3D Max
Ada beberapa keunggulan serta fitur-fitur yang dimiliki oleh program 3D Max, diantaranya:

Memberikan Rangka Objek 3D
Keunggulan dari fitur 3D Max yang pertama adalah memberikan rangka objek dari karakter 3D yang sudah dibuat, dengan begitu karakter 3D pun bisa bergerak layaknya pada manusia. Dalam hal ini terdapat 2 teknik yang bisa dilakukan seperti teknik Biped dan teknik Bone. Teknik Biped untuk membuat sebuah tulang yang terintegrasi ke dalam sebuah kesatuan rangka utuh. Sementara teknik bone yaitu membuat tulang dengan satu persatu lalu dilakukan link untuk antar tulang yang berkaitan satu sama lain.

Membuat Model Unorganic dan Organic
Model un-organik sendiri biasanya dibuat memakai teknik Compound Spline Modelling dan Compound Modelling. Teknik Compound Modelling merupakan sebuah teknik untuk membuat model melalui penggabungan atau pengkombinasian atau bentuk dari objek geometri. Sementara Spline Modelling sendiri teknik pembuatan model membentuk objek dari 2dnya lebih dulu lalu ditransfer ke dalam bentuk 3D. Model organic bisa berupa karakter dari model nyata makhluk hidup contohnya hewan dan manusia. 

Membuat Texture Cartoon dan Texture Real
Objek berbentuk 3D bisa diberikan sebuah texture realistic agar terlihat nyata yakni berbentuk texture cartoon. Sementara texture real sendiri memberikan texture sebenarnya berdasarkan karakteristik dan sifatnya.

Itulah kelebihan menggunakan 3D Max beserta pengertian 3d max, sebenarnya masih banyak lagi fitur-fitur yang ada dalam 3D Max selain fitur diatas. Adapun salah satunya adalah Animasi Dynamics yang diaplikasikan agar membuat animasi dengan objek-o0bjek saling bertabrakan atau bertubrukan. Kelebihan lainnya adalah bisa membuat cahaya secara realistic.

Spesifikasi Laptop untuk menjalankan software Adobe Flash
Perangkat lunak
Microsoft® Windows® 7 (SP1), Windows 8 and Windows 8.1 Professional operating system
Browser
Autodesk merekomendasikan versi terbaru dari browser web berikut untuk akses ke konten tambahan secara online:

·         Apple® Safari®
·         Google Chrome™
·         Microsoft® Internet Explorer®
·         Mozilla® Firefox®

CPU
64-bit Intel® atau AMD® multi-core processor
Graphics Hardware
Graphics Hardware lihat rekomendasikan Hardware wizard untuk daftar detail rekomendasi sistem dan  graphics cards
RAM
4 GB of RAM (8 GB Direkomendasikan)
Disk Space
6 GB of Hardisk bebas untuk install


SYNFIG STUDIO

Synfig Studio merupakan aplikasi desain grafis untuk membuat animasi 2D (dua dimensi). Aplikasi ini mampu menciptakan kualitas film animasi yang ciamik dan cocok digunakan dalam skala industri. Synfig mampu berjalan dengan baik pada sistem operasi windows, OSX, dan linux hebatnya, aplikasi ini bersifat gratis dan opensource.

Synfig mampu meminimalisir kru dan sumber daya dalam pembuatan animasi. Hal ini disebabkan synfig menggunakan teknik animasi morphing dan cutout. Teknik morphing merupakan teknik yang menggunakan dua gambar lalu menciptakan transisi halus antar kedua gambar. Proses morphing melibatkan deformasi satu bentuk ke bentuk lainnya. Contoh teknik ini adalah pembentukan animasi bunga yang sedang mekar; deformasi terjadi dari gambar berbentuk kuncup ke gambar berbentuk mekar. Teknik cutout merupakan animasi yang menggunakan grafik yang dipisahkan menjadi beberapa bagian dan bagian-bagian tersebut akan mengalami transformasi (translasi, rotasi, atau pun perubahan skala) pada waktu-waktu tertentu. Contoh teknik ini adalah pergerakan tubuh saat berjalan; organ gerak (kaki kiri dan kanan) dipisahkan dalam dua gambar lalu masing-masing kaki akan mengalami transformasi pada waktu tertentu untuk membuat animasi orang sedang berjalan.

Setelah menjalankan aplikasi, synfig akan menampilkan windows seperti berikut
Synfig terbagi dalam empat panel yaitu panel toolbar, canvas, layer dan keyframe. Panel toolbar terletak pada sebelah kiri; pada panel ini terdapat beberapa tool yang dapat digunakan dalam menggambar animasi. Tidak banyak tool yang dapat digunakan dalam membuat animasi, namun dirasa cukup. Pengguna hanya perlu melakukan sedikit improvisasi dengan tool yang ada.

Panel canvas menyediakan tempat menggambar animasi. Canvas akan menampilkan animasi yang telah dibuat. Canvas juga digunakan untuk memanipulasi gambar sehingga menghasilkan sebuah animasi. Panel layer terletak pada sebelah kanan. Pada panel tersebut terdapat beberapa panel lain seperti info dan palette. Panel terakhir adalah panel keyframe. Panel ini berfungsi sebagai penunjuk waktu animasi yang telah ada layaknya aplikasi editor video.

Seperti yang telah dijelaskan pada pengenalan di atas, synfig mampu menciptakan animasi yang ciamik bahkan tidak kalah keren dengan aplikasi anyar Adobe AfterEffect. Aplikasi ini juga sangat stabil, penggunaan daya yang kecil, dan size yang cukup kecil untuk aplikasi pengolah grafis.

Penggunaan aplikasi ini juga cukup mudah terlebih untuk seseorang yang baru belajar mengenai menggambar animasi 2D sekalipun. Berbagai tutorial synfig juga diberikan dengan sangat baik dalam dokumentasi yang ada, selain itu tutorial third-party juga tersedia pada situs Youtube, namun tidak seperti aplikasi AfterEffect, tidak banyak video yang menyediakan tutorial untuk membuat efek tertentu sehingga Anda diharuskan memikirkan cara untuk berimprovisasi. Jika Anda tidak dapat memikirkan cara yang tepat dalam membuat animasi, komunitas siap membantu. Anda cukup menanyakan animasi apa yang ingin dibuat dan diskusi akan berlangsung untuk memecahkan masalah tersebut. Sayangnya, beberapa kebutuhan dasar seperti mengubah warna, jenis, dan ukuran untuk kata tertentu dalam sebuah kalimat atau paragraf belum dapat dilakukan. Pemilihan font juga tidak disediakan dalam bentuk list, melainkan harus diketik terlebih dahulu. Hal ini tentu sedikit menyulitkan karena pengguna diharuskan mengetik nama utuh dari font tersebut. Kekurangan lainnya terletak pada saat me-render gambar untuk dijadikan animasi. Pengguna tidak disajikan progress bar, sehingga pengguna harus menunggu waktu render tanpa tahu kapan hal ini akan selesai.

Kesimpulan

Saya memilih software Adobe Flash karena penggunaan pada software ini mudah, banyak tools yang dapat digunakan dengan mudah. Software ini juga dapat dipelajari bagi para pemula dan sudah banyak situs-situs yang dapat memberikan penjelasan tentang penggunaan software ini. Software Adobe Flash juga akan selalu berkembang dari CS3 hingga CS6.

Sumber :