BAB 4
Pemuda dan Sosialisasi
Pelajar
Tawuran di Depan Kantor Bupati
PAMEKASAN,
KOMPAS.com — Puluhan pelajar
sebuah SMK di Pamekasan, Jawa Timur, terlibat aksi tawuran, Rabu (13/11/2013).
Satu di antara mereka sempat dikeroyok lawan hingga wajahnya lebam.
Tawuran yang terjadi
setelah jam pulang sekolah ini, berpindah-pindah tempat. Menurut Abdurrahiem,
warga asal Kecamatan Proppo, tawuran pertama terjadi di sebelah timur SMKN 2
Pamekasan. Di tempat ini, pelajar yang sama-sama mengenakan seragam baju biru langit
dan celana biru itu beradu jotos. Jumlah mereka sekitar 50 siswa.
Tawuran ini sempat
membuat macet kendaraan menuju arah Kabupaten Sampang. Tawuran bubar setelah
warga mengusirnya. “Setelah mereka tawuran di timur SMKN 2 Pamekasan, mereka
pindah ke dekat Kelurahan Bugi di Jalan Bahagia. Di tempat itu mereka kembali
tawuran dengan menggunakan tangan kosong,” kata Abdur.
Sehabis itu, imbuh Abdur, tawuran pindah lagi ke Jalan
Kabupaten, tepatnya di depan kantor Bupati Pamekasan. Jumlah pelajar yang
terlibat semakin banyak . Bahkan ada di antara mereka pemuda yang tidak
berseragam dengan menggunakan anting, ikut terlibat dalam aksi tawuran.
“Karena bersamaan dengan PNS Pemkab Pamekasan keluar kantor, tawuran dibubarkan. Kedatangan wartawan dengan membawa sejumlah kamera membuat mereka kalang kabut,” ungkap Abdur.
Tidak puas di depan kantor Bupati Pamekasan, para pelajar ini bergeser ke sebelah barat kantor DPRD Pamekasan. Tawuran tidak sampai pecah karena warga cepat mengusir mereka.
Menurut Romlah, pemilik warung di sebelah barat kantor DPRD Pamekasan, para pelajar yang tawuran itu dari SMKN 2 Pamekasan. “Kalau dilihat dari seragamnya, mereka itu pelajar SMKN 2 Pamekasan. Sebab anak saya dulu juga pernah sekolah di sana dengan seragam serupa yang dipakai pelajar itu,” ungkap Romlah. Salah satu guru SMKN 2 Pamekasan yang tak mau menyebutkan namanya ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa siswanya terlibat tawuran. Bahkan ada sebagian siswa yang tertangkap guru yang kebetulan melintas dan sudah diperiksa.
“Tadi sudah ada yang dipanggil sebagian. Besok yang terlibat dalam tawuran semuanya akan dipanggil sekaligus orangtuanya juga akan dipanggil untuk diberikan pembinaan,” terang guru tersebut.
Belum diketahui apa persoalan yang menyebabkan para pelajar itu terlibat tawuran.
“Karena bersamaan dengan PNS Pemkab Pamekasan keluar kantor, tawuran dibubarkan. Kedatangan wartawan dengan membawa sejumlah kamera membuat mereka kalang kabut,” ungkap Abdur.
Tidak puas di depan kantor Bupati Pamekasan, para pelajar ini bergeser ke sebelah barat kantor DPRD Pamekasan. Tawuran tidak sampai pecah karena warga cepat mengusir mereka.
Menurut Romlah, pemilik warung di sebelah barat kantor DPRD Pamekasan, para pelajar yang tawuran itu dari SMKN 2 Pamekasan. “Kalau dilihat dari seragamnya, mereka itu pelajar SMKN 2 Pamekasan. Sebab anak saya dulu juga pernah sekolah di sana dengan seragam serupa yang dipakai pelajar itu,” ungkap Romlah. Salah satu guru SMKN 2 Pamekasan yang tak mau menyebutkan namanya ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa siswanya terlibat tawuran. Bahkan ada sebagian siswa yang tertangkap guru yang kebetulan melintas dan sudah diperiksa.
“Tadi sudah ada yang dipanggil sebagian. Besok yang terlibat dalam tawuran semuanya akan dipanggil sekaligus orangtuanya juga akan dipanggil untuk diberikan pembinaan,” terang guru tersebut.
Belum diketahui apa persoalan yang menyebabkan para pelajar itu terlibat tawuran.
Analisis Berita :
Dari berita di atas dapat kita ketahui sekarang
banyak remaja yang suka ikut tawuran dan mereka tidak mengenal tempat untuk
tawuran, sampai-sampai berani tawuran didepan kantor Bupati. Tentu saja pasti
kita semua cemas dengan keadaan seperti ini. Makin banyak saja kenakalan yang
dilakukan remaja jaman sekarang, sebagai pelajar seharusnya mereka tidak perlu
,elakukan kegiatan yang negatif seperti itu dan seharusnya para pelajar lebih
giat untuk belajar dan fokus terhadap masa depan mereka untuk dapat meraih
cita-cita dan menjadi orang yang berguna untuk keluarga dan bangsa, lalu
seharusnya saat tiba waktu pulang sekolah mereka langsung pulang ke rumah
masing-masing untuk berkumpul dengan keluarga.
Solusi dari permasalah ini adalah untuk orang tua
dapat mendidik anaknya dengan baik dengan cara melakukan pendekatan pada anak
tersebut agar membuat anak tersebut nyaman dan aman bersama keluarga, dan orang
tua diharapkan memperhatikan lingkungan dan pergaulan anaknya agar tidak
terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.